[FF] Marshmallow. Part 8: Safe and Sound (Last Part!)
10:21 PMMain cast:
Kang Jiyoung
Kim Jongin
Bae Suzy
Im Jaebum
Jung Krystal
Choi Sulli
Son Naeun
Oh Sehun
Kwon Sohyun
Park Jinyoung
Others:
Park Chanyeol
Others:
Park Chanyeol
Genre: genre? gak tau :p
----------
----------
Jiyoung menaiki taxi, menuju ke apartemennya. Setelah sampai
di apartemennya, “Jiyoung!” Panggil
seseorang. Jiyoung melihat kearah suara,
disebelah kirinya. Chanyeol memanggilnya, “Kau... kenapa?”
Jiyoung hanya melambai, tersenyum dan pergi. Chanyeol mengikutinya,
dan menahannya, “kau kenapa nangis?”
Jiyoung menghapus air matanya, “Jaebum ke Inggris.”
“Kapan? Ngapain?” Kata Chanyeol sambil membulatkan matanya.
“Tadi, berobat.” Jawab Jiyoung, lalu pergi lagi. Chanyeol
hanya diam, “kasian sekali anak itu.”
Di apartemennya, Jiyoung membanting bantal, meninju sofa,
loncat di kasur dengan emosinya. Dia tidak
berteriak karena takut membuat kekacauan disekitar apartemennya. Lalu
setelah lelah, dia terbaring dikasur dan menangis, sampai lelah, sampai
tertidur.
Dia lalu dibangunkan oleh bunyi handphonenya, dia mengucek
matanya yang bengkak. Lalu membuka handphonenya, ada pesan dari aplikasi media
sosialnya.
from: Jaebum <3
Hey..
‘apa-apaan anak ini? Abis bikin aku gila, dia dengan
santainya bilang hey? Cuma hey? Jangan harap aku mau balas.’ Kata Jiyoung dalam
hati.
‘Tapi,kalau aku gak balas, aku kangen sama dia. Kalau balas,
aku masih kesal sama dia. Balas gak ya?’ lanjutnya.
To : Jaebum <3
Hi
‘biarin aja deh dibalas singkat.’
From: Jaebum<3
Hey, kau marah? Maaf aku gak kasi tau sebelumnya. Ini
mendadak. Kalau aku kasi tau kau, pasti bakal susah buat pergi. Kau pasti
sedih, jadi lebih baik aku tidak memberitahumu kalau aku mau pergi, jadi tidak
usah melihatmu sedih. Iya, aku egois. Tapi egois sedikit bolehkan? Cuma dua
bulan, bersabarlah. Dua bulan saja. Kitakan masih bisa berhubungan lewat social
media. Gak ada yang perlu ditakutkan, okay? <3
‘dengan santainya dia bilang begini..’
To: Jaebum<3
Dua bulan? Okay. Aku tunggu dua bulan.
From : Jaebum<3
Nah gitu dong <3. Disana jam berapa?
‘gampang sekali ngalihin pembicaraan.’Kata Jiyoung dalam
hati, sambil memutar bola matanya. Lalu mereka mulai chattingan. Jiyoung
menceritakan tentang kejadian dirumah Jaebum tadi, di toko kaset, tentang
Jinyoung yang bilang dia mirip Theo James. Jaebum hanya tertawa saja.
Begitulah mereka berhubungan selama dua minggu lebih melalui
chattingan, dan kadang video chat.
“Jiyoung, sarapan yuk.” Kata Suzy setelah selesai kelas
pagi.
“Laper sih, tapi aku mau cepetan pulang aja. Mau video chat
sama Jaebum.” Kata Jiyoung sambil bersiap-siap dan berjalan keluar kelas,
“bye!” lalu melambaikan tangan pada Suzy dan yang lainnya.
“anak itu jadi anak socmed sekarang.” Kata Naeun.
“kayak kau tidak aja!” kata Krystal meledek Naeun yang tiap
hari update status. Naeun melirik sinis ke Krystal, “Sirik aja...”.
Di apartemennya, Jiyoung sedang video chat bareng
Jaebum sambil makan cemilan.
“Kau tidak kuliah?” Kata Jaebum.
“Sudah, tadi baru selesai, aku langsung kesini.” Jawab Jiyoung sambil mengunyah makanannya
“Kalau aku lihat kau
selalu on disini, kau tidak jalan-jalan?”
“Hm, tidak mau. Aku lebih baik video chat sama kau
dibandingkan jalan-jalan.”
“Tapi.. apa tidak bosan?”
Jiyoung menggeleng, “tidak tuh.”
Begitu terus sampai sebulan, Jiyoung lebih sering
menghabiskan waktunya di apartemen, menunggu Jaebum dan online bareng. Seminggu
belakangan, Jaebum jarang muncul. Muncul terkadang dua atau tiga kali dalam
seminggu. Itu pun sebentar saja, sekedar menanyakan lagi apa? Atau sudah makan?
Atau tentang kuliah. Pada awalnya, mereka bercerita tentang banyak. Tentang
keadaan di Korea, tentang keadaan di Inggris. Tapi makin lama, topik
pembicaraan mereka semakin sedikit dan lebih banyak heningnya. Jiyoung lalu
menceritakan ini kepada teman-temannya.
“Jadi si Jaebum sudah jarang
muncul?” Kata Krystal. Jiyoung mengangguk.
“Ya, begitulah kehidupan LDR, Jiyoung. Susah banget
dijalanin.” Kata Naeun
“Kayak yang pernah LDR aja. Pacaran aja belum pernah” Balas
Krystal.
“Kau ini kenapa sih jahat banget sama aku?” Jawab Naeun
sambil memasang muka melas ke Krystal.
“Jangan pasang muka menyedihkan seperti itu.” Jawab Krystal
menepis wajah Naeun.
“Terus kau mau gimana Jiyoung?” Kata Sulli yang tidak
menghiraukan Naeun dan Krystal.
Jiyoung hanya mengangguk.
Lalu setelah itu, Jaebum hanya bisa dihitung jari dalam
menghubungi Jiyoung. Jiyoung selalu menunggu didepan laptop, tapi Jaebum,
kadang gak muncul-muncul. Setelah itu semakin jarang mereka berhubungan,
Jiyoung pun sudah capek menunggu Jaebum.
Tepat hari itu, dua bulan, Jaebum tidak pulang. Tidak ada
kabar.
“Dua bulan..” Kata Jiyoung sambil menunduk dan memainkan
resleting tasnya. Disebelahnya ada Suzy dan Jinyoung.
“Jadi apa yang akan kau lakukan?” Kata Suzy sambil melihat
Jiyoung. Jiyoung mengangkat bahunya, “I guess this is the end.”
Suzy hanya mengangguk. Jinyoung yang duduk disana bersama
mereka hanya diam dan tidak berkata apa-apa.
“Jadi pemutusan satu pihak?” Kata Suzy. Jiyoung
mengangguk,Suzy tidak mencoba untuk menghalangi atau sebagaimananya, dia
bingung. Karena kalau di posisi Jiyoung, Suzy pasti juga akan melakukan hal
yang sama. Ditinggal dua bulan, semakin lama semakin jarang mengobrol, dan
akhirnya tidak ada kabar sama sekali. Lalu
Jiyoung segera mengirim pesan kepada Jaebum:
To: Jaebum<3
Thanks for everything, bye. Good luck buat berobatnya,
semoga kau cepat sembuh.
‘ya.. sepertinya ini saja. Aku tidak perlu ngomong panjang
lebar, ini sudah benar.’ Kata Jiyoung dalam hati, lalu menekan send.
Jiyoung lalu mengangkat kepalanya, menarik nafas lalu
melihat ke Suzy dan Jinyoung, “aku jomblo sekarang.”
Mendengar itu, Jinyoung dan Suzy langsung menjatuhkan kepala
mereka ke meja. “Ada apa sama anak ini?” Kata Jinyoung.
Beberapa minggu setelah kejadian itu, Jiyoung sedang bermain
handphone. Membuka timelinenya, dan dia menemukan sesuatu. Dia lalu membacanya
dan melihat foto yang ada dilayar itu. Dia membulatkan matanya dan menutup
mulutnya yang terbuka lebar karena kaget. Dia merasa dadanya sesak, seperti di
penuhi asap rokok, lalu dicampur gas beracun. Dia tidak bisa bernafas dengan
tenang, ‘apa ini?’ katanya dalam hati. Dia melihat foto-foto Jaebum sedang
berpelukan dan bergandengan tangan dengan cewek lain. Cewek itu berambut hitam. Wajahnya terlihat
seperti dia orang Asia. ‘ya sudah lah, kami sudah putus. Walapun dia tidak
bilang apa-apa’ kata Jiyoung.
Sekitar sebulan, Jiyoung sudah move on. Jiyoung memang orang
yang tidak susah move on walaupun dia cinta sekali dengan Jaebum. Tapi dia tidak menceritakan apa-apa tentang foto
itu ke siapapun. Padahal yang lain sudah tau tentang itu, tapi mereka tidak mau
membahasnya karena takut Jiyoung sedih lagi.
“Jiyoung!” Panggil Jongin sambil mengejar Jiyoung yang
sedang jalan.
“Apa?” Kata Jiyoung sambil menoleh ke belakang. Dilihatnya
Jongin sedang mengerjarnya.
“Kau weekend ini mau kemana?” Kata Jongin.
“Gak kemana-mana, emang kenapa?” Jawab Jiyoung.
“Aku sama yang lain mau jalan-jalan. Ada festival di dekat
alun-alun kota. Mau ikut?”
“hm, bukannya aku gak mau. Cuma aku ada sesuatu yang harus
dikerjakan.” Kata Jiyoung. Sebenarnya tidak ada, tapi dia hanya malas pergi
keluar.
“Oke, hm.. kau sekarang mau kemana?” Kata Jongin sambil
tersenyum.
“Gak kemana-mana sih, emang kenapa?” Kata Jiyoung sambil
melihat Jongin.
“Mau temenin makan gak? “ Tanya Jongin, ‘ayo lah mau,
please’ Kata Jongin dalam hati. Jiyoung hanya mengangguk. Lalu mereka berdua pergi makan disebuah restauran.
Setelah memesan makanan, mereka duduk sambil menunggu makanan. Setelah
makanannya sampai, mereka langsung makan. Setelah selesai makan, mereka duduk
sebentar untuk menenangkan(?) perut sambil mengobrol. Lalu handphone Jiyoung
berbunyi, dia mengangkatnya.
“Halo..”
“Jiyoung!! Kau dimana?” Kata Suzy
“Aku lagi makan, kenapa?” Jawab Jiyoung
“Aku nyariin kau kemana-mana, ternyata makan. Aku sama Sulli
sama Sohyun mau belanja baju. Kau mau ikut?”
“Gak deh, haha kalian belanja saja duluan. Belikan aku satu
baju ya!” Jawab Jiyoung sambil tertawa.
“Uangnya mana dulu? Eh, kau makan dengan siapa?”
“Dengan Jongin.” Kata Jiyoung, Jongin yang mendengar namanya
langsung melihat dan berhenti mengunyah makanan, “siapa?” tanyanya ke Jiyoung.
“Suzy” Kata Jiyoung ke Jongin.
“JONGIN KENAPA KAU TIDAK MENGAJAKKU MAKAN JUGAA??” Teriak
Suzy dari telepon. Jiyoung yang meletakkan handphonenya ditelinganya langsung
menjauhkan handphonenya.
“Jangan teriak!!” Kata Jiyoung.
“Eh maaf, ya sudah
kami belanja dulu ya.” Kata Suzy.
“Iya. Selamat belanja hahaha” Jawab Jiyoung lalu meletakkan
handphonenya.
Lalu mereka kembali ngobrol lagi.
“Jadi, gimana kau dengan Jaebum?” Tanya Jongin. ‘Kenapa aku
tanya ini, dasar bodoh.’ Katanya dalam hati.
“Siapa itu Jaebum?” Kata Jiyoung memasang wajah polos.
“Serius..” Kata Jongin
“Hahaha iya deh, ya begitulah. Gak ada kabar. Jadi kami
end.” Kata Jiyoung dengan santainya.
Jongin mengangguk, “kalau Jaebum balik, apa kau masih
menerimanya balik?”
“Gak tau hahaha” Kata Jiyoung.
“Jiyoung, kau masih ingat gak perkataan aku di taman dulu
yang waktu si Jaebum masih dirumah
sakit?” Kata Jongin
Jiyoung hanya diam dan mengangguk.
“Itu aku serius, dan itu juga masih ada sampai sekarang.”
Jiyoung mengangguk.
“I still love you.”
Jiyoung menegakkan badan, tersenyum kebingungan, “Hm, aku
gak tau harus gimana” katanya sambil menggarukan kepalanya.
“Kau belum bisa membuka hati ya?”
Jiyoung mengangguk ragu.
“Kalau aku menembakmu sekarang, kau akan menolaknya, iya?”
Jiyoung hanya menyengir dan mengangguk, “maaf.”
Jongin hanya tersenyum, lalu tertawa, “santai aja. Ya
sebenarnya aku juga tau. Ini cuma memastikan saja.”
Jiyoung mengangguk sambil tersenyum, “baguslah.”
“Tapi, suatu saat nanti aku akan bertanya lagi.”
“Ya, aku harap aku bisa menjawabnya dengan jawaban yang
berbeda” Jawab Jiyoung lalu tersenyum.
Jongin juga ikut tersenyum, “Mau pulang sekarang?”.
“Okay.”
Lalu mereka berdua pulang berdua.
Di sana, Suzy, Sulli dan Sohyun menguping pembicaraan mereka
berdua. Jiyoung lupa kalau handphonenya belum dimatikan. Suzy yang mendapat
kesempatan emas ini, langsung memanggil Sohyun dan Sulli, lalu menghidupkan
speaker handphonenya. Setelah mendengar percakapan Jongin dan Jiyoung, dia
langsung mematikan handphonenya. Mereka heboh.
“OMG JONGIN BARUSAN MENEMBAK JIYOUNG!!!”
Seminggu setelah itu.
Jiyoung mendapat e-mail dari Jaebum.
From : Jaebum
To : Jiyoung
Jiyoung, maaf aku
tidak akan pulang ke Korea lagi. Aku memutuskan untuk kuliah dan tinggal
disini. Aku rasa aku punya hidup baru disini. Aku sudah membaca pesan
terakhirmu itu sudah lama, Cuma aku baru membalasnya sekarang. Baiklah, kita
sampai disini saja. Maafkan aku kalau aku salah. Kau pantas dapat yang lebih
baik. Sampai jumpa, Jiyoung.
Jiyoung tersenyum membaca pesan itu, “ya aku sudah tau. Kau
juga.”
-------
THE END!!!
setahunan ya selesainya hahahaha. jadi aku pengen kasi tau aja, semua judul disini itu semua judul lagu. Gitu. jadi kalau rada gak nyambung, abaikan saja -_-
Yang mau komen, atau gak komen terserah. Aku sudah lelah:( yang penting ada yang baca aja udah Alhamdulillah..Oke thank you moah:* AHAHAHHAA

0 komentar