[FF] Marshmallow. Part 4 : Closer
6:51 AMMain cast:
Kang Jiyoung
Kim Jongin
Bae Suzy
Im Jaebum
Jung Krystal
Choi Sulli
Son Naeun
Oh Sehun
Kwon Sohyun
Park Jinyoung
Other cast:
Jung Ilhoon (cameo)
Genre: genre? Hm...komedi romantis? xD Gatau ah! XD
Watch the new trailer/short movienya mungkin(?) XD---> disini!
Kelas siang itu sudah selesai. Di kelas itu
sangat sepi, setengahnya sedang dirumah sakit. Cuma naeun, sulli dan sohyun
disana. Mereka janjian kerumah sakit
selesai kelas. Ketika mereka diparkiran, “kau dengan siapa?” kata Naeun.
“aku tidak tahu.” Kata Sohyun.
“dengan aku aja gimana?” kata Naeun.
“baiklah..” kata Sohyun.
“Kalau
kau dengan Sohyun, aku dengan siapa?” Kata Sulli.
“hm...” kata Naeun sambil berpikir,
“sebentar..” lalu Naeun mengambil hape dan mengsms Taemin, ‘Taemin oppa, kau
dimana?’
‘aku di kantin. Kenapa?’
‘ke parkiran cepat.’
‘sekarang?’
‘iya!’
“kau sms siapa?” Tanya Sulli. Naeun
mendengar Sulli, tapi dia gak menjawabnya. Naeun malah naik dan menghidupkan
motor automaticnya. Tiba-tiba Taemin datang, “Ada apa?”
“Kami mau kerumah sakit. Sulli tidak ada
tumpangan. Oppa bawa motorkan?” Kata Naeun.
‘membonceng Sulli? Tapi aku belum siap-siap.
Belum pake parfum juga.’ Kata Taemin dalam hati. Lalu Taemin melihat Naeun
dengan tatapan are-you-kidding-me. Naeun hanya senyum dengan muka tidak
bersalah. “Kasian Sulli berdiri dari tadi. Cepat ambil motormu oppa”
Mau tidak mau Taemin harus membonceng Sulli.
Sulli pun ikut naik ke motornya dan dengan refleks meletakkan tangannya di
pinggang Taemin. ‘oh tidak tangannya dipinggangku’ kata Taemin dalam hati.
“ehem”
Sulli yang mendengar ‘ehem’ Taemin langsung
melepaskan tangannya dari pinggang Taemin, “maaf”
“tidak, ehm—maksudnya, aku orang yang suka
ngebut. Kalau tanganmu disitu, bisa bahaya. Lebih baik dipeluk aja.” Kata
Taemin. Naeun dan Sohyun melihat mereka berdua. “modusnya..” kata Naeun, “kami
duluan ya. tau kan dimana rumah sakitnya?”
Taemin mengangguk. Lalu Naeun dan Sohyun pergi duluan. Taemin
menghidupkan mesin motornya dan berangkat. Karena jam itu adalah jam sibuk,
jalanan jadi sedikit macet. Hari itu tak kalah panas juga.
“Panas ya?” kata Taemin buka pembicaraan
agak teriak karena sedikit berisik.
“iya.. ini kenapa pake macet segala. Aku
kira gak macet. Jadi pas denger oppa bakal ngebut jadi udah agak seneng gitu
gak bakal kerasa panas.” Kata Sulli. Tapi, mendadak ada lampu menyala diatas
kepala Taemin. “pegangan..” kata Taemin. Lalu Sulli mempererat pegangannya pada Taemin. Taemin membelokkan
motornya, menyelipkan diantara mobil-mobil. Dan masuk ke sebuah gang. Di gang
itu banyak kardus, gerobak, dan orang yang sedang berjalan. Sulli mau bertanya
kemana ini, tapi gak mungkin karena sepertinya Taemin sedang fokus membelokkan
motornya kekiri dan kekanan menghindari apa yang ada didepannya. Lalu akhirnya
sampai juga di jalan besar. Sudah jauh lebih lancar, tidak macet seperti tadi yang
sama sekali gak maju-maju. Akhirnya Taemin ngebut sampai ke rumah sakit.
“akhirnya sampai juga..” kata Sulli, “oppa
kau ngeri sekali. Aku lumayan jantungan tadi takut nabrak orang”
‘aku lebih jantungan karena kau sulli’ kata
Taemin dalam hati, “coba telepon Naeun atau Sohyun. Mereka sudah sampai apa
belum?”
“sebentar ya..” lalu sulli mengambil hpnya,
“halo? Naeun, kau dimana?”
“aku dijalan, macet banget. Kau dimana?”
jawab Naeun dari seberang.
“aku sudah dirumah sakit” kata Sulli bangga.
“kok bisa?”
“bisa dong. Hahaha kami keatas duluan ya.
kalian selamat berpanas-panasan” kata Sulli mengejek mereka.
“Sulli...kau...” kata Naeun tapi tidak
selesai karena Sulli menutup teleponnya. “Ayo kita keatas.”
Taemin dan Sulli pun naik keatas. Dan masuk ke ruang yang sudah disms krystal
sebelum mereka kesini.
“Hai..” kata Sulli. Disana sudah ada Jongin,
Krystal, Jinyoung. Krystal sudah ada disana karena dia malas masuk kelas. Orang
tua Jaebum pulang karena harus menyimpan tas mereka dan mengurus segala
administrasi.
“Hai, kalian bareng kesini?” kata Krystal
“Iya.. Gimana keadaannya?” kata Sulli
“masih koma” kata Krystal.
“jiyoung?”
“dia pulang sebentar buat istirahat.” Kata
jongin. Lalu Taemin dan Sulli pun duduk di sofa juga.
“aku keluar sebentar ya” kata Jongin permisi
keluar. “mau kemana?” tanya Krystal.
“ada urusan..” jawab jongin lalu dia pergi.
Di apartemen Jiyoung, dia hanya duduk ditepi
kasurnya dan membuka hadiah sepatu dari Jaebum.
“sebentar lagi ulang tahunku, kenapa kau
malah koma?” Jiyoung lalu bangkit dan memakai sepatu itu, “cocok sekali.
Makasih Jaebum.” Dan kembali duduk ditepi kasur. Hari itu dia tidak ada makan
apa-apa. “lebih baik aku kerumah sakit lagi.” Ketika dia mau keluar tiba-tiba
jongin muncul. “Jongin?”
“Jiyoung.. kau mau kemana?” kata Jongin.
“Aku mau kerumah sakit lagi. kau ngapain
kesini?” kata Jiyoung.
‘yah padahal aku baru datang..’ Jongin
mengangkat bungkusan yang isinya makanan. “kau belum makan kan?”
“darimana kau tau?” kata Jiyoung.
“penglihatan indera keenam” kata Jongin, “lebih
baik kau makan dulu.” Lalu dia mendorong Jiyoung untuk masuk lagi ke
apartemennya.
“hahaha iya.. kau silahkan duduk dimana
saja. Mau nonton tv, silahkan. Mau nonton aku makan,silahkan” kata Jiyoung
duduk dimeja makan.
“nonton kau makan kayaknya lebih seru” kata Jongin sambil berjalan sekeliling,
“bagaimana bisa kau hidup sendiri disini tapi apartemen mu sangat rapi?” kata
Jongin.
“karena... aku hebat.” Kata Jiyoung dengan
mulutnya yang penuh.
“kalau makan jangan ngomong dulu.” Kata
Jongin.
Lalu Jiyoung menelan makanannya. “oh iya,
aku belum jawab pertanyaanku. Kau ngapain kesini?”
“kan sudah aku bilang aku bisa lihat dengan
indera keenamku. Kau mau kerumah sakit
dan belum makan. Aku sebagai orang baik, mau ngebantu” kata Jongin asal.
“dasar kau...kepedean asli, suzy versi namja
ini namanya” kata Jiyoung.
“hahaha selesaikan makananmu. Abis ini kita
langsung kerumah sakit.”
“siap bos!” kata Jiyoung lalu menghabiskan
makanannya.
Ketika makanan sudah habis, Jiyoung dan
Jongin akhirnya pergi bersama ke rumah sakit.
Balik ke rumah sakit, Naeun dan Sohyun
akhirnya sampai.
“Hai..” Kata Sohyun lalu masuk diikuti
Naeun.
“kalian kenapa sudah sampai?” kata Naeun
“Tanya aja taemin oppa..” kata Sulli
“aku punya jalan pintas.” Kata Taemin
“terus kenapa kau tidak mau kasi tau aku!!”
“kami tidak tau kau dimana” bela Sulli.
“kalian ini...” lalu mereka duduk. Sohyun
masih berdiri, “ada telepon. Aku keluar dulu ya” lalu dia keluar.
“anak itu... jawab telepon aja kenapa harus
keluar. Kayak kita disini berisik aja” Kata Krystal.
“mungkin dari Ilhoon.” Kata Sulli.
Ilhoon. Ilhoon adalah pacar Sohyun. Walaupun
Sohyun senang dengan dunianya sendiri, ternyata dia sudah punya pacar. Ilhoon
seumuran dengannya. Mereka sekolah di SMA yang sama tetapi terpisah karena
mereka kuliah ditempat yang berbeda. Sebenernya Ilhoon bisa saja kuliah
ditempat yang sama dengan Sohyun, tapi dia bilang ke Ilhoon, “kalau kita satu
sekolah, terus satu kuliah juga. Bukannya itu bikin cepet bosan?” kata Sohyun
ke Ilhoon. Sebenernya ada benarnya juga
kata dia ini. Tapi pas ditanya, apa kau tidak takut kalau dia selingkuh? Dia
jawab, “enggak, emang ada didunia ini cewek seperti aku?”. Pas ditanya
maksudnya apa, dia jawab, “kami tidak mungkin pacaran kalau tidak saling
mencintai satu sama lain. Kami mencintai satu sama lain dari kelebihan dan
kekurangan. Dia tau aku, aku tau dia. Kalau dia selingkuh, berarti dia
mencintai orang lain. Kan kalian sendiri yang bilang kalau aku itu sangat
sangat berbeda dan satu satunya didunia. Jadi kalau dia bisa mencintai orang
lain, berarti ada yang mirip dengan aku dong.” Pas dijawab seperti itu, yang
lain bilang, “ya mana tau aja”. Dia pasti akan jawab, “berarti kalian labil.
Mengatakan aku satu-satunya, lalu kalian bilang bisa aja ada yang mirip sama
aku.” Sohyun. Sohyun. Sohyun. Jiyoung dan lainnya, terutama Krystal, sangat
heran dengan satu anak ini. Dia cantik, baik, dan pendiam. Tapi kalau sudah
ngomong, suka pedas.
“Aku kembali” kata Sohyun kembali masuk
kedalam dan duduk.
“Siapa yang nelpon? Ilhoon?” Tanya Krystal.
Sohyun mengangguk. Krystal hanya ber-hmmm ria.
Akhirnya Jongin dan Jiyoung sampai di rumah
sakit dan langsung menuju ke ruangan Jaebum. Ketika mereka masuk, “loh kalian
kok bareng?” tanya Krystal.
“Iya tadi Jongin datang ke apartemenku.”
Jawab Jiyoung.
“Ke apartemenmu?” tanya Krystal lagi.
Jinyoung hanya menatap Jongin dan Jongin menatap balik. Ada sesuatu dibalik
tatapan itu.
“Dan membawakan aku makanan. Dia tau aja aku
belum makan..” kata Jiyoung
“kan sudah aku bilang, dengan indera keenam
aku bisa melihat semuanya.” Jelas Jongin dengan pede yang sangatsangatsangat.
“semuanya!? Jangan jangan kau juga
lihat....” kata Jinyoung. Jongin ngerti apa yang dimaksud Jinyoung,
“kagaaak!” teriak Jongin.
“sstt... jangan teriak!” kata Sulli.
“maaf maaf” lalu dia duduk disebelah
Jinyoung.
“jadi kau sudah melaksanakan ‘misi’mu?”
bisik Jinyoung ke Jongin.
“misi apa? Tanpa kau kasi ‘misi’ pun aku
sudah akan melakukannya.” Balas Jongin.
“of course..” kata Jinyoung sambil
mengangguk.
“heh kalian kenapa bisik-bisik!?” kata Sulli
“katanya gak boleh teriak-teriak.. jadi kami
bisik-bisik aja” jawab Jongin. Sulli kalah. Jongin tersenyum puas. Sulli tidak
terima, dia memukul Jongin. Krystal lalu memarahi mereka berdua. Setelah
keributan itu selesai, mereka mengobrol. Jiyoung, Sohyun, Naeun, Sulli dan
Krystal. Jinyoung dan Jongin sibuk dengan handphone-nya. Taemin? Dia hanya
mendengar para gadis menggosip.
“Taemin oppa, kau kenapa diam?” tanya Sohyun.
“tidak kenapa-kenapa. Kau tumben hari ini
normal.” Ledek Taemin.
“aku
emang normal tau!” kata Sohyun
“ciyus? Miapa?” ejek Taemin. Sama kayak
Sulli. Kemakan trend(?) Sohyun pun memukuli Taemin oppa. Tiba-tiba Suzy dan
Sehun masuk. Sebenarnya biasa aja mereka masuk, tapi sekarang ada yang aneh. Mereka
gandengan tangan? Semua orang tidak fokus pada Suzy dan Sehun, tapi tangan
mereka yang bergandengan. Semuanya kaget terutama Jinyoung yang merupakan salah
satu fans Suzy. “kalian..”
===
TBC lagi sodara sodara. maafkan aku suka aneh-aneh dan ribet. hehehe :))
komen, kritik saran dibutuhkan. sangatsangatsangat. u.u thank youuu~ tunggu lanjutan part 5. kita akan fokus dipairing apa? ya tunggu saja.. hahahaha(?)
.jpg)
0 komentar