[FF] Marshmallow. Part 3 : I'll Protect You
10:00 PMMain cast:
Kang Jiyoung
Kim Jongin
Bae Suzy
Im Jaebum
Jung Krystal
Choi Sulli
Son Naeun
Oh Sehun
Kwon Sohyun
Park Jinyoung
Other cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Byun Baekhyun
Genre: genre? Hm...komedi romantis? xD Gatau ah! XD
Watch the new trailer/short movienya mungkin(?) XD---> disini!
Jiyoung pun langsung keluar dari
apartemennya dan turun. Dia mencari taxi tapi sudah sepi karna sudah jam 11.
Akhirnya dia memutuskan untuk berlari ke jalan besar untuk mencari taxi. Dia
berlari dan menangis. ‘Jaebum tunggu aku...’ Setelah mendapatkan taxi dia lalu
menuju ke Rumah Sakit. Ketika dirumah sakit dia menelepon Chanyeol, “oppa kau
dimana sekarang?”
“Dilantai tiga ruang darurat.” Kata
Chanyeol diseberang.
Jiyoung langsung berlari menuju
lantai tiga, dicarinya ruang darurat. Disana sudah ada Chanyeol. Chanyeol yang
melihat Jiyoung langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Jiyoung.
“Oppa, gimana Jaebum?” Kata Jiyoung
menahan nangis yang dari tadi keluar dari matanya.
“Masih ada didalam. Dokter belum
keluar.” Kata Chanyeol menunduk. Jiyoung pun langsung duduk. Chanyeol ikut duduk disebelahnya untuk
menenangkan Jiyoung. Sepuluh menit kemudian dokter keluar.
“apa anda kerabat dari saudara Jaebum?”
kata Dokter itu.
“saya.” Jiyoung langsung berdiri,
“jaebum kenapa dokter?”
“dia...” Kata dokter ragu untuk
melanjutkan kata-katanya. “dia kenapa dokter?”
“dia koma..” jawab dokter itu. Deg,
waktu serasa berhenti dan dunia
serasa sunyi saat itu juga. Jiyoung cuma
bisa ngedengar suara nafasnya yang sudah tidak beraturan. Perlahan dia terduduk
dilantai. Dia lihat sekeliling.
Tiba-tiba pandangannya memudar dan akhirnya gelap. Jiyoung jatuh pingsan.
“Jiyoung,
sayang..bangun” suara itu muncul tiba-tiba. Jiyoung membuka matanya. Dia ada
disebuah lapangan basket. Dia lalu bangkit, “Jaebum?” Kata Jiyoung melihat
Jaebum didepannya membantunya duduk.
“Ayo
main basket..” kata Jaebum membantunya berdiri. Jiyoung akhirnya berdiri. ‘main
basket?’ kata Jiyoung,”Tapi aku tidak bisa main basket”
“Kau
bisa Jiyoung” kata Jaebum memaksa, “Sehun, lempar kan bolanya” kata Jaebum
kepada Sehun ditepi lapangan. Jiyoung melihat Sehun. ‘Sejak kapan dia ada
disana?’
“
Tangkap!” Kata Sehun sambil melempar bolanya. Dia melempar bola nya sangat
tinggi. Tetapi...BRUK! bolanya mengenai kepala Jiyoung. Jiyoung pingsan lagi.
“Jiyoung
bangun Jiyoung!” Kata Jaebum. Tetapi perlahan suara Jaebum berubah menjadi
suara Suzy.
“Jiyouuung! Banguuun!” kata Suzy
memukul pipi Jiyoung. Jiyoung akhirnya
membuka matanya, “Jaebum?”
“Ini aku Suzy.” Kata Suzy.
“kau bagaimana bisa disini?” Kata Jiyoung memegang kepalanya yang sakit.
“Aku tadi mengambil hapemu dan
menelpon temanmu.” Kata Chanyeol.
Jiyoung melihat sekeliling. Dia ada
diluar ruang darurat dan dia sedang duduk dikursi panjang. Lalu dia teringan
dengan Jaebum, “Jaebum!! Jaebum gimana?”
“dia masih koma” Kata Chanyeol.
Jiyoung menangis lagi. Suzy menenangkannya. Tiba-tiba seseorang datang.
“Baekhyun!” kata Chanyeol berdiri, “gimana?”
“orang itu sudah ditangkap dan
sekarang dia dikantor polisi” Kata Baekhyun masih terengah-engah.
“dia siapa?” Kata Suzy yang masih
tidak tahu apa-apa karena dia baru datang.
“orang yang memukul Jaebum. Dia
bilang dia itu tidak suka Jaebum pacaran dengan Jiyoung karena dia menyukai
Jiyoung.”
“apa?!” kata Suzy membulatkan
matanya
“dia memang orangnya gak waras”
kata Baekhyun.
“Lebih baik kalian pulang saja.
Biar aku yang menjaga Jaebum” Kata Jiyoung.
“Tidak, kami masih mau disini” kata
Chanyeol
“kalian besok ada jadwalkan? Tidak
apa-apa biar aku yang menjaga Jaebum” Kata Jiyoung
“Iya kalian pulang saja, aku disini
akan menemani Jiyoung” Kata Suzy merangkul Jiyoung.
“Suzy. kau juga harus...” Kata
Jiyoung melihat ke Suzy
“atatatata-aku gak mau denger” kata
Suzy menutup telinganya.
“yakin kalian tidak apa-apa?” kata
Chanyeol
“iya..” kata Jiyoung mengangguk.
“baiklah, kami pulang dulu ya..”
kata Chanyeol dan Baekhyun sambil meninggalkan tempat itu.
“Makasih ya!” kata Jiyoung
tersenyum dengan mata yang bengkak itu.
Lalu Suzy dan Jiyoung pergi masuk
ke ruang Jaebum dirawat. Suzy duduk disofa
dan Jiyoung duduk disebelah kasur
Jaebum. “orang tuanya hari ini baru saja pergi ke luar negeri” kata
Jiyoung.
“terus? Gimana?”
“mereka sekarang sedang menuju
kesini ..”
"siapa yang memberi tahu mereka?"
"Aku barusan.. mereka keliatannya sangat shock sekali"
"siapa yang memberi tahu mereka?"
"Aku barusan.. mereka keliatannya sangat shock sekali"
“hm..” balas suzy sedih melihat
kedua temannya itu. Dia langsung menghubungi yang lain kalau Jaebum sedang
koma. Karena sudah larut malam sekali, suzy dan jiyoung tidak sengaja tertidur
juga.
Keesokan paginya, Suzy bangun
duluan dibandingkan Jiyoung. Dia terbangun karena ada telepon dari Jinyoung.
“Halo?” Kata Suzy ditelepon
“Kau dimana?” kata Jinyoung
“Aku di ruang darurat lantai tiga.”
Kata Suzy
“baiklah aku kesana sekarang” kata
Jinyoung lalu menutup teleponnya. Suzy pun keluar buat nungguin Jinyoung. Ternyata Jinyoung datang tidak sendiri, tapi
dengan Jongin dan Sehun.
“Jinyoung!” panggil Suzy. Jinyoung
langsung menoleh dan menghampiri Suzy.
“dia dimana?” kata Jinyoung
“didalam. Tapi jangan ribut,
jiyoung sedang tidur. Kasian dia tidak tidur semalaman dan dia drop banget
kemaren” kata Suzy
“oke.” Lalu mereka masuk ke dalam
ruang rawat Jaebum.
Jinyoung langsung shock melihat
sahabatnya koma. Suzy menenangkannya dan Jinyoung secara refleks memeluknya. Biasanya
dia marah kalau Jinyoung menyentuhnya karena
Jinyoung suka iseng menghancurkan rambutnya atau makeupnya. Tapi kali
ini, dia tau jinyoung sedang tidak ada mood untuk iseng ke suzy.
Jongin melihat mereka berdua
berpelukan dan langsung menyenggol sehun, “modus..” kata Jongin.
“hahaha masih sempat-sempatnya”
kata Sehun.
Lalu mereka semua duduk disofa
ruangan itu. Suzy menceritakan kembali apa yang sudah diceritakan Chanyeol
tentang kejadian malam itu.
“Jadi orang itu suka sama Jiyoung? Makanya
dia coba ngebunuh Jaebum?” Kata Jongin. Suzy mengangguk.
“Orang itu sudah tidak waras, nanti
aku akan kesana untuk minta tanggung jawab dia” Kata Jongin geram lalu dia
mengepalkan tangannya.
“Nanti saja, daripada kau buang
tenaga buat orang itu lebih baik kau berdoa supaya Jaebum cepat sembuh.” Kata Suzy
dengan muka datarnya
“oke..”
Karena mendengar suara orang-orang
Jiyoung pun terbangun dari tidurnya. Yang lain langsung menatap Jiyoung yang
sedang menarik tangannya keatas itu. Jiyoung langsung lihat ke belakang, “kalian?
Sejak kapan kalian disini?” Kata Jiyoung.
“dari tadi.. kau kecapean ya?” kata
Jongin
“tidak..” kata Jiyoung.
“Kau dan Suzy lebih baik pulang
saja. Biar kami yang menjaga Jaebum disini.” Kata Sehun
“iya, kalian pasti daritadi belum
mandi? Kecium baunya.” Kata Sehun. Suzy langsung ngejitak Sehun.
“tapi ada benernya juga.. kau belum
makan kan? mending kita pulang lalu kesini lagi..” kata Suzy ke Jiyoung.
Jiyoung ngeliatin Jaebum, lalu menoleh ke Suzy, “ayo pulang.”
“Kau cepat bangun ya!” kata Jiyoung
menggenggam tangan Jaebum.
“Kami pulang dulu ya” kata Suzy.
“Kalian pulang naik apa?” Tanya
Sehun
“Taxi..”
“Biar aku antar kalian”
“Asik! hemat uang!” Kata Suzy
semangat.
“Kebetulan aku mau pulang juga
sebentar. Ada yang ketinggalan.”
“dikirain mau ngantar beneran” Kata
Suzy
“ayo.” kata Sehun keluar ruangan diikuti
oleh Jiyoung dan Suzy.
Tinggal Jongin dan Jinyoung diruangan itu. Mereka hanya diam dan hening. Tidak ada yang berbicara. Tapi akhirnya Kai buka mulut, "seharusnya aku yang berbaring disana.."
Jinyoung langsung melihat Kai, "Maksudnya?"
"Kau ngerti apa maksudku"
"Kau masih nyimpan perasaan sama Jiyoung?"
"Sepertinya begitu.."
"Lupakan Jiyoung, dia sudah sama Jaebum sekarang."
"Sudah aku coba, tetap gak bisa" Kata Jongin menghela nafas. Jinyoung tau kalau Jongin sudah suka sama Jiyoung bahkan sebelum Jaebum dan Jiyoung jadian. Beberapa saat kemudian, pintu ruangan terbuka. Ayah dan Ibu Jaebum datang. Ibu Jaebum langsung menangis melihat keadaan anaknya yang sedang koma. Ayahnya mendatangi Jongin dan Jinyoung, "siapa yang melakukan ini?"
"orang asing. dia sekarang sudah dikantor polisi" kata Jongin.
"kalau terjadi apa-apa dengan anakku, lihat saja orang itu!" kata Ayah Jaebum.
Di mobil Sehun, Suzy dan Jiyoung hanya melihat keluar. Hening didalam mobil itu.
"kalian kenapa diam aja?" tanya Sehun. Suzy dan Jiyoung hanya diam.
"hey, kalian bisu?"
"bukan gitu... aku tidak apa-apa, tapi Suzy..." kata Jiyoung melihat Suzy yang ekspresinya bener-bener blank.
"Dia kenapa?" Kata Sehun
"Jangan sekarang, kau lebih baik fokus nyetir saja." Kata Jiyoung. Mengikuti kata Jiyoung, Sehun hanya fokus menyetir mobil itu. Ketika sudah sampai dirumah Jiyoung, Suzy langsung berteriak, "AAAAHHH!!!"
Sehun refleks menutup telinganya, "kau kenapa!?"
"AAAAHHH!!" kata Suzy teriak lagi.
"dia kenapa!?" tanya Sehun ke Jiyoung
"Tadi kita ngelewatin toko tas. toko itu sedang ada sale besar-besaran dan tas yang diinginkannya ada di toko itu. pas kita lewat tadi, sudah banyak orang yang ngeborong tas itu."
"cuma karena itu?" Kata Sehun membulatkan matanya dengan ekspresi tidak percaya.
"AAAAH!" kata Suzy geram memukul kursi depannya.
"aish telingaku sakit..." kata Jiyoung menutup telinganya.
"jangan teriak hey! sudah sampai, keluar kau suzy!" Kata Sehun
'ini anak emang kejam..' kata Suzy dalam hati. "ngusir aku nih ceritanya?"
"iya cepat!" kata Sehun
"huh!" kata Suzy membuka pintu mobilnya dan keluar. "Jiyoung, hati-hati sama orang kejam ini"
"hahaha tenang aja, mana berani dia mengganggu aku" kata Jiyoung.
"siapa bilang?" kata Sehun
"aku hahaha sudah lah, aku mau pulang." kata Jiyoung terus senyum ke Sehun.
"Kau masih bisa senyum ya" Kata Sehun.
"Sudah, aku mau pulang."
"Oke.."
"bye Jiyoung!" kata Suzy dari luar.
"bye Suzy!" teriak Jiyoung dari mobil. Lalu mobil itu pun berjalan.
Di perjalanan Jiyoung dan Sehun ngobrol tentang Suzy yang ternyata bisa segitunya karena ketinggalan sale besar-besaran. Mereka tak jarang juga ketawa karena membicarakan Suzy. Lalu mereka sampai didepan apartemen Jiyoung.
"Hahaha makasih ya Sehun" kata Jiyoung
"Makasih apa? karena ngantar pulang?"
"bukan, udah bikin aku ketawa."
"hm.. seharusnya aku minta maaf." kata Sehun
"kenapa minta maaf?"
"dengan keadaan Jaebum ini, seharusnya kita gak ketawa. tapi aku malah bikin kau ikut ketawa" kata Sehun
"anggap aja kau ngehibur aku jadi aku sedihnya rada berkurang"
"ya sudah, anggap saja begitu"
"aku pulang dulu ya."
"oke.." kata Sehun. lalu Jiyoung turun dari mobil. Sehun membuka jendela kaca mobilnya. "Jangan lupa tidur sebentar. mata kau bengkak sekali." Kata Sehun
"sip, makasih ya! hati-hati dijalan" kata Jiyoung. Sehun pergi meninggalkan Jiyoung, Jiyoung melambaikan tangannya dan masuk ke apartemen.
Di rumah sakit, Ayah dan Ibu Jaebum ada diruangannya. Jongin dan Jinyoung keluar untuk memberi mereka privasi. Jongin dan Jinyoung pun menunggu di kafetaria rumah sakit sambil makan siang.
"kau masih ada perasaan dengan Jiyoung kan?" kata Jinyoung tiba-tiba
"Iya, mungkin, sepertinya. kenapa?" kata Jongin
"Kau merasa kau sahabat Jaebum kan?" Kata Jinyoung
"hm...iya? kenapa?" kata Jongin kebingungan dengan kata teman dihadapannya ini.
"Jaebum tau kau suka Jiyoung." kata Jinyoung
"hah? darimana?"
"Dia tau.."
"Hey kaliaaan!" kata Jiyoung mendatangi Jongin, Jaebum, Jinyoung dan Sehun. Jongin lalu melihat Jiyoung tanpa mengedipkan mata. "Sabtu ini Krystal ngajak anak kelas kita makan-makan, karena dia sudah menang lomba renang. Di restoran biasa. datang ya?"
"Jam berapa?" Kata Sehun
"Jam 7. oke?"
"Sip.." kata Sehun. Lalu Jiyoung pergi. Jongin dan Jaebum melihat arah kemana Jiyoung jalan. Lalu Jaebum menoleh ke Jongin, dia menatap Jiyoung. Jaebum tau arti tatapan itu apa. Itu adalah tatapan yang sama dia berikan kepada Jiyoung.
Malamnya, mereka bertemu didepan restoran tempat Krystal mengundang mereka makan. "Jongin, gimana penampilan aku malam ini?" Tanya Jaebum.
"bagus. kau mau kemana? ini kan cuma makan-makan" kata Jongin melihat Jaebum dari atas sampai bawah dengan heran.
"ini bukan acara makan-makan biasa" kata Jaebum menyeringai lalu masuk ke restoran. ketika acara makan-makan sudah selesai. Jaebum berdiri. "Semuanya aku minta perhatian."
Semuanya pun melihat kearah Jaebum. "aku mau mengatakan sesuatu. aku sebenernya suka sama salah satu cewek disini. dan aku berencana untuk menembak dia sekarang. karena perasaanku sudah tidak bisa ditahan lagi. aku bisa gila ketika jauh dari dia."
Semuanya hanya meng-O-kan mulut mereka. tidak percaya seorang Jaebum bisa bicara seperti itu.
"Siapa? Siapa? Siapa?" kata Krystal penasaran.
"Jiyoung, kau mau jadi pacarku?" kata Jaebum. Deg, ekspresi semua orang langsung kaget. Terlebih lagi Jiyoung....dan Jongin.
"ehm--baiklah." kata Jiyoung. Dia blank, karena terlalu kaget. Jongin melihat kearah Jiyoung. 'kau menerimanya?' Kata Jongin dalam hati. "Cieeee selamat!!" teriak Krystal sambil tepuk tangan. yang lain pun ikut memberi selamat. Jaebum langsung mendatangi kursi Jiyoung, menarik Jiyoung berdiri dan memeluknya. Jongin yang melihat itu langsung permisi ke luar. Jaebum menyadari hal itu. Dia tau Jongin sakit hati.
Malam itu yang lain akhirnya berpesta merayakan kemenangan Krystal dan jadiannya Jaebum dan Jiyoung. Para cewek sedang bergosip di ujung ruangan. Sehun sedang menelpon. Jongin hanya duduk di kursi diam.
"Jongin kenapa dia diam saja?" kata Jinyoung.
"Dia sedang patah hati." kata Jaebum
"dia patah hati kenapa? karena cewek? ternyata dia bisa suka sama orang juga" kata Jinyoung
"Iya, dia patah hati karena Jiyoung"
"maksudnya?"
"dia suka sama Jiyoung"
"kau tau darimana?"
"tatapan yang dia kasi ke jiyoung. itu tatapan yang aku kasi ke jiyoung juga. ngelihat dia begini, aku jadi merasa bersalah. kalau ada laki-laki lain yang bisa dekat dengan jiyoung, yang aku izinkan cuma dia."
"aku?"
"kau mau ini?" kata Jaebum menunjukkan tinjunya.
"kalian ini...ah sama ribetnya dengan cewek" kata Jinyoung lalu pergi meninggalkan Jaebum.
"Jadi dia tau?" Kata Jongin.
"Iya..." Jinyoung mengangguk. jongin hanya melihatnya dengan tatapan kosong.
"aku tau jaebum. aku juga tidak mau melihat temanku Jiyoung sedih seperti itu. jadi selama jaebum koma, mau gak kau temani jiyoung? setidaknya bikin dia mengurangi kesedihannya" kata Jinyoung serius. Jongin kaget, Jinyoung tidak pernah seserius ini. "mau kan?" kata Jinyoung.
"baiklah." kata Jongin. 'I'll protect you Jiyoung. tanpa Jinyoung minta pun, pasti aku bakal ngelindungi kamu' kata Jongin dalam hati.
====
TBC XDDD
hah? gimana? gimana? gimana? kasih komen kritik dan saran dong:3
Ini Jaebum enaknya digimanain? (?) komen yaaa~
Tinggal Jongin dan Jinyoung diruangan itu. Mereka hanya diam dan hening. Tidak ada yang berbicara. Tapi akhirnya Kai buka mulut, "seharusnya aku yang berbaring disana.."
Jinyoung langsung melihat Kai, "Maksudnya?"
"Kau ngerti apa maksudku"
"Kau masih nyimpan perasaan sama Jiyoung?"
"Sepertinya begitu.."
"Lupakan Jiyoung, dia sudah sama Jaebum sekarang."
"Sudah aku coba, tetap gak bisa" Kata Jongin menghela nafas. Jinyoung tau kalau Jongin sudah suka sama Jiyoung bahkan sebelum Jaebum dan Jiyoung jadian. Beberapa saat kemudian, pintu ruangan terbuka. Ayah dan Ibu Jaebum datang. Ibu Jaebum langsung menangis melihat keadaan anaknya yang sedang koma. Ayahnya mendatangi Jongin dan Jinyoung, "siapa yang melakukan ini?"
"orang asing. dia sekarang sudah dikantor polisi" kata Jongin.
"kalau terjadi apa-apa dengan anakku, lihat saja orang itu!" kata Ayah Jaebum.
Di mobil Sehun, Suzy dan Jiyoung hanya melihat keluar. Hening didalam mobil itu.
"kalian kenapa diam aja?" tanya Sehun. Suzy dan Jiyoung hanya diam.
"hey, kalian bisu?"
"bukan gitu... aku tidak apa-apa, tapi Suzy..." kata Jiyoung melihat Suzy yang ekspresinya bener-bener blank.
"Dia kenapa?" Kata Sehun
"Jangan sekarang, kau lebih baik fokus nyetir saja." Kata Jiyoung. Mengikuti kata Jiyoung, Sehun hanya fokus menyetir mobil itu. Ketika sudah sampai dirumah Jiyoung, Suzy langsung berteriak, "AAAAHHH!!!"
Sehun refleks menutup telinganya, "kau kenapa!?"
"AAAAHHH!!" kata Suzy teriak lagi.
"dia kenapa!?" tanya Sehun ke Jiyoung
"Tadi kita ngelewatin toko tas. toko itu sedang ada sale besar-besaran dan tas yang diinginkannya ada di toko itu. pas kita lewat tadi, sudah banyak orang yang ngeborong tas itu."
"cuma karena itu?" Kata Sehun membulatkan matanya dengan ekspresi tidak percaya.
"AAAAH!" kata Suzy geram memukul kursi depannya.
"aish telingaku sakit..." kata Jiyoung menutup telinganya.
"jangan teriak hey! sudah sampai, keluar kau suzy!" Kata Sehun
'ini anak emang kejam..' kata Suzy dalam hati. "ngusir aku nih ceritanya?"
"iya cepat!" kata Sehun
"huh!" kata Suzy membuka pintu mobilnya dan keluar. "Jiyoung, hati-hati sama orang kejam ini"
"hahaha tenang aja, mana berani dia mengganggu aku" kata Jiyoung.
"siapa bilang?" kata Sehun
"aku hahaha sudah lah, aku mau pulang." kata Jiyoung terus senyum ke Sehun.
"Kau masih bisa senyum ya" Kata Sehun.
"Sudah, aku mau pulang."
"Oke.."
"bye Jiyoung!" kata Suzy dari luar.
"bye Suzy!" teriak Jiyoung dari mobil. Lalu mobil itu pun berjalan.
Di perjalanan Jiyoung dan Sehun ngobrol tentang Suzy yang ternyata bisa segitunya karena ketinggalan sale besar-besaran. Mereka tak jarang juga ketawa karena membicarakan Suzy. Lalu mereka sampai didepan apartemen Jiyoung.
"Hahaha makasih ya Sehun" kata Jiyoung
"Makasih apa? karena ngantar pulang?"
"bukan, udah bikin aku ketawa."
"hm.. seharusnya aku minta maaf." kata Sehun
"kenapa minta maaf?"
"dengan keadaan Jaebum ini, seharusnya kita gak ketawa. tapi aku malah bikin kau ikut ketawa" kata Sehun
"anggap aja kau ngehibur aku jadi aku sedihnya rada berkurang"
"ya sudah, anggap saja begitu"
"aku pulang dulu ya."
"oke.." kata Sehun. lalu Jiyoung turun dari mobil. Sehun membuka jendela kaca mobilnya. "Jangan lupa tidur sebentar. mata kau bengkak sekali." Kata Sehun
"sip, makasih ya! hati-hati dijalan" kata Jiyoung. Sehun pergi meninggalkan Jiyoung, Jiyoung melambaikan tangannya dan masuk ke apartemen.
Di rumah sakit, Ayah dan Ibu Jaebum ada diruangannya. Jongin dan Jinyoung keluar untuk memberi mereka privasi. Jongin dan Jinyoung pun menunggu di kafetaria rumah sakit sambil makan siang.
"kau masih ada perasaan dengan Jiyoung kan?" kata Jinyoung tiba-tiba
"Iya, mungkin, sepertinya. kenapa?" kata Jongin
"Kau merasa kau sahabat Jaebum kan?" Kata Jinyoung
"hm...iya? kenapa?" kata Jongin kebingungan dengan kata teman dihadapannya ini.
"Jaebum tau kau suka Jiyoung." kata Jinyoung
"hah? darimana?"
"Dia tau.."
"Hey kaliaaan!" kata Jiyoung mendatangi Jongin, Jaebum, Jinyoung dan Sehun. Jongin lalu melihat Jiyoung tanpa mengedipkan mata. "Sabtu ini Krystal ngajak anak kelas kita makan-makan, karena dia sudah menang lomba renang. Di restoran biasa. datang ya?"
"Jam berapa?" Kata Sehun
"Jam 7. oke?"
"Sip.." kata Sehun. Lalu Jiyoung pergi. Jongin dan Jaebum melihat arah kemana Jiyoung jalan. Lalu Jaebum menoleh ke Jongin, dia menatap Jiyoung. Jaebum tau arti tatapan itu apa. Itu adalah tatapan yang sama dia berikan kepada Jiyoung.
Malamnya, mereka bertemu didepan restoran tempat Krystal mengundang mereka makan. "Jongin, gimana penampilan aku malam ini?" Tanya Jaebum.
"bagus. kau mau kemana? ini kan cuma makan-makan" kata Jongin melihat Jaebum dari atas sampai bawah dengan heran.
"ini bukan acara makan-makan biasa" kata Jaebum menyeringai lalu masuk ke restoran. ketika acara makan-makan sudah selesai. Jaebum berdiri. "Semuanya aku minta perhatian."
Semuanya pun melihat kearah Jaebum. "aku mau mengatakan sesuatu. aku sebenernya suka sama salah satu cewek disini. dan aku berencana untuk menembak dia sekarang. karena perasaanku sudah tidak bisa ditahan lagi. aku bisa gila ketika jauh dari dia."
Semuanya hanya meng-O-kan mulut mereka. tidak percaya seorang Jaebum bisa bicara seperti itu.
"Siapa? Siapa? Siapa?" kata Krystal penasaran.
"Jiyoung, kau mau jadi pacarku?" kata Jaebum. Deg, ekspresi semua orang langsung kaget. Terlebih lagi Jiyoung....dan Jongin.
"ehm--baiklah." kata Jiyoung. Dia blank, karena terlalu kaget. Jongin melihat kearah Jiyoung. 'kau menerimanya?' Kata Jongin dalam hati. "Cieeee selamat!!" teriak Krystal sambil tepuk tangan. yang lain pun ikut memberi selamat. Jaebum langsung mendatangi kursi Jiyoung, menarik Jiyoung berdiri dan memeluknya. Jongin yang melihat itu langsung permisi ke luar. Jaebum menyadari hal itu. Dia tau Jongin sakit hati.
Malam itu yang lain akhirnya berpesta merayakan kemenangan Krystal dan jadiannya Jaebum dan Jiyoung. Para cewek sedang bergosip di ujung ruangan. Sehun sedang menelpon. Jongin hanya duduk di kursi diam.
"Jongin kenapa dia diam saja?" kata Jinyoung.
"Dia sedang patah hati." kata Jaebum
"dia patah hati kenapa? karena cewek? ternyata dia bisa suka sama orang juga" kata Jinyoung
"Iya, dia patah hati karena Jiyoung"
"maksudnya?"
"dia suka sama Jiyoung"
"kau tau darimana?"
"tatapan yang dia kasi ke jiyoung. itu tatapan yang aku kasi ke jiyoung juga. ngelihat dia begini, aku jadi merasa bersalah. kalau ada laki-laki lain yang bisa dekat dengan jiyoung, yang aku izinkan cuma dia."
"aku?"
"kau mau ini?" kata Jaebum menunjukkan tinjunya.
"kalian ini...ah sama ribetnya dengan cewek" kata Jinyoung lalu pergi meninggalkan Jaebum.
"Jadi dia tau?" Kata Jongin.
"Iya..." Jinyoung mengangguk. jongin hanya melihatnya dengan tatapan kosong.
"aku tau jaebum. aku juga tidak mau melihat temanku Jiyoung sedih seperti itu. jadi selama jaebum koma, mau gak kau temani jiyoung? setidaknya bikin dia mengurangi kesedihannya" kata Jinyoung serius. Jongin kaget, Jinyoung tidak pernah seserius ini. "mau kan?" kata Jinyoung.
"baiklah." kata Jongin. 'I'll protect you Jiyoung. tanpa Jinyoung minta pun, pasti aku bakal ngelindungi kamu' kata Jongin dalam hati.
====
TBC XDDD
hah? gimana? gimana? gimana? kasih komen kritik dan saran dong:3
Ini Jaebum enaknya digimanain? (?) komen yaaa~
.jpg)
1 komentar