[FF] Marshmallow. Part 2: Just getting started...

10:44 PM


Main cast:
Kang Jiyoung
Kim Jongin
Bae Suzy
Im Jaebum
Jung Krystal
Choi Sulli
Son Naeun
Oh Sehun
Kwon Sohyun
Park Jinyoung

Other cast:
Lee Taemin
Shin Dongyup
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
K.Will
Genre: genre? Hm...komedi romantis? xD Gatau ah! XD



“Cie yang minggu depan ulang tahun” Kata Suzy menyenggol Jiyoung setelah dia masuk dan duduk dikelas.
“Hehe.. kalian jangan lupa kado ya!” Kata Jiyoung lalu menjulurkan lidah.
“Kadoku...doa saja” Kata Krystal
“pelit.” Kata Jiyoung
“Jadi, si Jaebum mau ngasih kau apa?” Kata Sohyun
“entah. Dia gak kasih tau aku.” Kata Jiyoung melihat Jaebum
“kau mau apa sekarang?” Kata  Suzy sambil membuka majalah yang baru dia beli tadi pagi. Jiyoung yang tidak sengaja  melihat sepatu dalam majalah itu, “mau itu!” kata Jiyoung.
“coba minta sama Jaebum” Kata Sulli
“tapi aku takut, aku gak berani minta sama dia” Kata Jiyoung
“kau itu sudah jadi pacarnya, jangan takut!” kata Suzy sambil memberikan majalahnya ke Jiyoung, “Sana!”
“hm... oke” Kata Jiyoung. “Jaebum! Jaebum! Jaebum!” Teriak Jiyoung sambil berlari menuju pacarnya di ujung kelas.
“Jangan lari-lari. nanti kesandung, baru tau..” Kata Jaebum sambil melihat pacarnya yang suka tidak sabaran itu, “ada apa?”
“Sebentar lagikan aku ulang tahun, aku pengen punya sepatu ini. Beliin ya?”  Kata Jiyoung sambil menunjukkan majalah sambil ber-aegyo.
“Sejak kapan kau  menjadi suzy? Mahal... aku tidak mau” Kata Jaebum mengalihkan pandangannya.
“Murah tau...” Kata  Jiyoung menunduk sambil menarik lagi majalah itu.
“ Ya Jaebum! Belikan saja.. Kasian dia” Kata Jinyoung. Jaebum tidak berpikir langsung menginjakkan kakinya ke kaki Jinyoung. Jiyoung yang melihatnya langsung memasang ekspresi wajah oh-itu-pasti-sakit-sekali.
“sakit!” kata Jinyoung mengerang.
“Aku tidak mau.” Kata Jaebum ke Jiyoung.
“Ya sudah...” Kata Jiyoung balik ke tempat duduknya lalu melihat majalah itu saja.
“Kenapa kau tidak mau membelikannya? Kasian dia” Kata Jinyoung melihat Jiyoung yang sudah tidak ada semangat itu.
Jaebum pun ikut melihat kearah Jiyoung, “Jangan bilang siapa-siapa. Aku sudah membelikannya sepatu. Kalau aku belikan dia sepatu itu buat dipake diulangtahunnya, nanti sepatu yang aku beliin buat siapa?”
“buat aku aja...” kata Jinyoung berkedip-kedip.
“kau ternyata seleranya...” kata Jaebum lalu meninggalkan Jinyoung dan duduk disebelah Jiyoung.
“Jaebum..belikan aku sepatu ini..” Kata Jiyoung masih mengharapkan sepatu itu.
“Kau nanti pulang ikut aku ya?” Kata Jaebum menepuk pipi Jiyoung yang bulat itu lalu berjalan keluar kelas.
Jiyoung hanya bisa melihat Jaebum yang dengan  senyum khasnya berjalan keluar kelas.
“gimana ji?” kata Suzy menghampiri Jiyoung
“tidak berhasil, dia malah nyuruh aku pulang nanti ikut dia.” Kata Jiyoung melempar majalah itu ke meja.
‘ah majalah baruku...’ kata  Suzy dalam hati sambil mengambil majalah itu dan merapikannya.

Ketika pulang, akhirnya Jiyoung pergi mengikuti Jaebum setelah dia pamit dengan teman-temannya.
“Kita mau kemana sekarang?” Kata Krystal
“Aku mau shopping!” Kata  Suzy
“ikuuut!” Kata Sulli dan Sohyun
“Ya sudah, kita sekarang shopping aja ya..” Kata  Krystal
“Aku..gak ikut deh.” Kata Naeun
“Kenapa?” Kata Krystal
“Aku ada janji sama Taemin oppa.” Kata Naeun
“Kau dari kemaren janjian mele sama Taemin oppa. Ga aus?” Kata Sulli, kemakan trend 2013, sambil memutarkan bola matanya(?).
“Hahaha ada urusan penting. Bye!” Kata Naeun lalu dia berlari menuju lapangan tempat janjiannya dengan Taemin. Lalu Naeun mengambil hapenya dan ngesms Taemin oppa sambil berjalan. ‘Taemin oppa? Kau dimana? Aku sudah dilapangan’. Karena dia tidak melihat jalan, dia tidak sadar dia sedang ada ditengah kerumunan dua orang yang sedang berhadapan(?).  Ketika dia menyimpan hapenya dia melihat dia sudah ada dikerumunan, Awkward. Dan dia lihat kanan kiri. ketika dia melihat kekiri, ‘nuguya...tampan sekali’.  Ketika dia melihat kekanannya, dia melihat Taemin, “Hai Taemin oppa! Kau disini rupanya? Sedang apa? Aku sudah mengirimmu sms  tadi”
“SMS? Kok tidak masuk?” Kata Taemin
“enggak tau.. kan baru aku kirim” Kata Naeun mengangkat bahunya.
“Ah, iya kali. Ayo kita pergi” Kata Taemin menarik tangan Naeun.
“Hey! Urusan kita belum selesai!” Teriak namja tadi.
“Kapan kapan!!” Balas Taemin. Akhirnya Naeun dan Taemin pergi berdua. Mereka menuju sebuah kafe di sekitar kampus mereka.  Mereka mengobrol dan akhirnya pada inti pembicaraan mereka hari itu.
“Jadi sebenernya aku suka sama Sulli...” Kata Taemin
“Hah! I knew it!” Kata Naeun sambil menunjuk Taemin.
“Kau tau?” Kata Taemin
“Iya dong, semua kelakuan oppa itu jelas sekali keliatan kalau oppa suka sama sulli”
“masa?”
“iya. Tapi  kenapa kemaren oppa gak mau ngajak sulli buat makan pizza?”
“sebenernya yang mau oppa ajak itu sulli.. bukan kau. Tapi mulut ini kepeleset malah ngajak kau.”
“bilang aja sebenernya yang ada dipikiran oppa itu aku kan?” kata Naeun sambil mengibas rambutnya.
“suzy pas nularin kepedean dia ya?” kata Taemin sambil meminum minumannya.
“hahaha jadi oppa ngajak aku ketemuan biar bisa dideketin gitu?” Kata Naeun
“pinter!” kata Taemin
“baiklah, tapi ada syaratnya.”
“apa?”
“kenalkan aku sama namja tadi”
“K.Will?” kata Taemin membulatkan matanya
“oh jadi namanya K.will?” kata Naeun
“bukannya aku tidak mau membantu mu, tapi K.will itu playboy” kata Taemin
“aku tidak percaya. Dia memang ganteng, tapi aku gak melihat wajah playboy dimukanya”
“kau tidak tau kalau dia itu...” belum selesai Taemin ngomong, Naeun memotongnya, “kenalin aja. Bukan berarti aku akan pacaran dengannya kan? Kau melihatnya sebagai playboy dari segi mata laki-laki.. belum tentu sama di mata perempuan” kata naeun
‘anak ini keras kepala sekali’ kata Taemin dalam hati, “baiklah.. tapi bantuin aku jangan lupa ya” sambil mengehela napas.
“sip!” kata naeun senyum dan mengacungkan jempolnya.

Di waktu yang sama dibelahan Seoul yang lain(?) Jiyoung yang pergi sama Jaebum, akhirnya sampai di rumah Jaebum.
“kerumahmu?” kata Jiyoung melihat rumah Jaebum
“iya ayo..” kata Jaebum menarik tangan Jiyoung dan masuk kedalam rumahnya. Dirumahnya Ibu Jaebum yang sudah mengenal Jiyoung langsung menyuruh Jiyoung masuk ke dalam dan menyuruhnya duduk dan kembali ke dapur karena ada masakan yang harus diselesaikannya. “Kau tunggu disini sebentar ya” kata Jaebum lalu dia pergi kekamarnya.
“Jangan lama lama” kata Jiyoung. Didalam kamar, Jaebum mengambil sebuah kotak yang sudah dibungkus dengan rapi. Kotak yang isinya sepatu berwarna merah  itu. Lalu dia menyembunyikan kotak itu dibelakang tubuhnya dan berjalan keluar.
“Kau lama sekali” kata Jiyoung melihat Jaebum yang akhirnya keluar dari kamar.
“Kau emang gak sabaran ya.” Kata Jaebum, “ini..” sambil memberikan kado itu kepada Jiyoung.
“apa ini?” Kata Jiyoung sambil mengambilnya dari Jaebum.
“buka aja” kata Jaebum sambil senyum kepada Jiyoung. ‘ah senyuman itu manis sekali’ kata Jiyoung dalam hati. Lalu dia membuka kado itu, ‘apa ini? Sepatu?’
“sepatu?”
“kau suka?”
“suka sekali! Makasih!” lalu Jiyoung memeluk Jaebum.
“aku harap kau pake ini di ulangtahunmu.” Kata Jaebum
“Pasti aku pake deh!” kata Jiyoung mengangguk.

Kembali ke tempat dimana Naeun dan Taemin berada.
“Kau tidak mau diantar pulang?” Kata Taemin menaiki motornya.
“aku lagi pengen jalan”
 “tapi ini sudah malam?”
“tidak apa-apa. Aku mau menikmati momen seperti didrama-drama bagian pemain perempuan sedang berjalan dimalam hari sambil senyum memikirkan pria tampan...” kata naeun sambil menghela napas. Dia sedang membayangkan dirinya didalam drama tersebut.
“pria tampan maksudnya aku?” kata Taemin menghancurkan khayalan Naeun
“bukan!” kata Naeun
“dasar cewek suka sekali mengkhayal. Ya sudah aku pulang dulu, kau hati-hati dijalan ya.” Kata Taemin lalu mengendarai motornya.
“kayak cowok enggak aja...” kata Naeun lalu berjalan. Seperti yang dia harapkan. Dia berjalan dimalam hari sambil memikirkan K.will yang tadi dia temui. Ketika dia menyebrang dia tak sengaja menabrak orang.
“Maaf! Maaf!” Kata Naeun mengambil tas orang yang jatuh itu.
“iya...Son Naeun?” Kata Mr. Shin
“Mr. Shin?!” Kata Naeun membulatkan matanya
“Kau ini! Kalau jalan lihat-lihat!” Kata Mr. Shin
“maaf Mr. Shin. Maaf!” Kata Naeun sambil membungkuk.
“Maaf  maaf!” Kata Mr. Shin hendak memukul Naeun
“Maaf!” Naeun terus membungkuk. Lalu Mr. Shin pun pergi. ‘hah. Salah apa aku bisa ketemu Mr. Shin di jalan’ kata Naeun mengehela nafas lalu kembali berjalan pulang.

Keesokan harinya.
“Jiyoung, maafin aku gak bisa ngejemput ya. aku baru bangun.” Kata Jaebum ditelepon
“Kau baru bangun? Semalam kau tidur jam berapa?” Kata Jiyoung
“Jam 12, gara-gara tugas”
“Makanya, kemaren diajak ngerjain bareng gak mau”
“Iya maaf. Kau mau dijemput Jinyoung?  Kalau mau biar aku telepon dia”
“Gak usah, aku bisa jalan kaki aja” Balas jiyoung dengan lemas.
“bener?”
“Iya, deket kan? Buat apa minta dijemput? Kasian dia rumahnya jauh”
“oke deh. Nanti aku traktir es krim pas pulang”
“bener ya? janji?!” kata Jiyoung semangat lagi.
“Iya sayang, aku mandi dulu ya. sampai jumpa dikelas” Kata Jaebum lalu menutup teleponnya.

Jiyoung  akhirnya berjalan kekampus, lalu dia melihat Chanyeol sedang duduk diteras kafe sekitar apartemen mereka. “Chanyeol oppa!” panggil Jiyoung sambil melambaikan tangannya. Chanyeol adalah senior Jiyoung dikampus yang kebetulan seapartemen dengannya.
“Jiyoung! Mau kemana?” Jawab Chanyeol sambil meletakkan gelas yang habis diminumnya.
“Kampus, aku duluan ya!” kata jiyoung sambil melambaikan tangan dan melanjutkan perjalanan.
“Hati-hati!” Kata Chanyeol sambil tersenyum, ‘anak itu positif sekali’ kata Chanyeol dalam hati. Lalu tiba-tiba dia melihat diseberang jalan ada dua orang ahjussi sedang melihat Jiyoung dan membicarakannya terlihat dari cara dia menunjuk Jiyoung. Chanyeol terus menatap dua orang itu. “Kau menatap orang itu?” kata Baekhyun sambil duduk bergabung dengan Chanyeol.
“Iya, kau tau siapa dia?” kata Chanyeol
“Dia tinggal didaerah sini juga. Orangnya kurang waras.” Kata baekhyun sambil memakan sandwichnya.
“Kurang waras?” kata Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya. “ya begitulah. Cewek harus berhati-hati dengannya” kata Baekhyun.

ketika jiyoung sudah dekat berjalan menuju tempat dia kuliah, tiba-tiba seorang ahjussi memanggilnya.
“Hei kamu..” panggil ahjussi itu.
Jiyoung yang sedang berjalan memikirkan tugas, lalu dia menoleh. “Saya?” Tanya jiyoung ke ahjussi itu. “Iya, kamu. Kesini sebentar” panggil ahjussi itu sambil melambaikan tangannya menandakan mengajak Jiyoung untuk mendekat. Jiyoung yang sedang santai karena kelas masuk masih satu jam lagi, lalu berjalan mendatangi ahjussi itu.
“Kamu Jiyoung?” Tanya ahjussi itu.
Jiyoung lalu kaget dan mengangguk pelan, “Iya, ahjussi kenal saya darimana?”.
Saya kenal kamu dari kakak sepupumu, Yoonji” kata ahjussi itu.
‘dia mengenal Yoonji eonni? Dari mana? Yoonji eonni kok bisa kenal sama orang ini?’ kata jiyoung dalam hati, “ahjussi kenal Yoonji eonni darimana?”
“Oh dia dulu pernah tinggal di daerah yang sama dengan saya” kata ahjussi itu. Jiyoung yang tidak curiga, akhirnya mengobrol dengan ahjussi itu. Ketika mengobrol, “udah punya pacar?” Tanya ahjussi itu.
‘hah? Buat apa tanya itu ke aku?’ kata jiyoung dalam hati, “sudah...” balas jiyoung dengan nada agak dilambatkan dan ragu.
“yah sayang sekali..” kata ahjussi itu.
‘aneh ...’ kata jiyoung dalam hati, dia pun hanya tertawa dan tidak berkata apa-apa lagi. hening beberapa detik, “hm—ahjussi, saya harus ke kampus sekarang.” Kata jiyoung sambil berdiri dan meninggalkan tempat itu. “hati-hati ya” teriak ahjussi itu. Lalu jiyoung hanya membungkuk dan pergi secepatnya.

Ketika dia sampai dikampus, dia melihat Jaebum juga baru datang.
“kau baru datang?” kata Jiyoung menghampiri Jaebum
“iya, maaf ya” kata Jaebum memegang tangan Jiyoung
“gak apa-apa, ambil positifnya aja dibeliin eskrim” kata jiyoung sambil menjulurkan lidahnya
“dasar” kata Jaebum mengacak-acak rambutnya, “ayo. Kekelas” kata Jaebum menarik tangan Jiyoung dan berjalan ke kelas. Pada saat Jaebum dan Jiyoung masuk kekelas, “hah couple kelas sudah datang.” Kata Suzy melihat mereka berdua. Jaebum dan Jiyoung melihat suzy dengan senyuman. “Jangan senyum-senyum kalian” kata Suzy melanjutkan kegiatannya.

Dibelahan kampus yang lain, dikelas Chanyeol.
“Chanyeol... kau mau tau tidak apa yang tadi aku lihat?” Kata Baekhyun
“apa?”
“Jiyoung sedang mengobrol dengan orang yang kemaren kita ceritain”
“orang yang mana?” chanyeol menjawab tapi tidak menghiraukan baekhyun. Dia sedang fokus bermain game di handphone-nya.
“yang kemaren pagi di kafe”
“jinjja?” Kata Chanyeol sambil membulatkan matanya, menatap baekhyun, tidak peduli kalau dia sudah kalah.
“iya..kau harus peringatin Jiyoung”
“pasti...” kata Chanyeol

Ketika sore hari, Jiyoung dan Jaebum berjalan kaki keluar dari kampusnya. “Jiyoung!!!”
Jiyoung menoleh kebelakang ‘ah Chanyeol oppa?’ kata jiyoung dalam hati, “ada apa oppa?” kata Jiyoung
“Boleh ikut aku sebentar?” kata Chanyeol
“Oke, Jaebum tunggu sebentar ya.” Jiyoung meminta izin dengan Jaebum. Jaebum hanya mengangguk sedikit.
“kau kemaren ada ketemu sama ahjussi asing tidak?” kata Chanyeol
‘ahjussi asing? Darimana dia tau? Pasti dia memperhatikan aku’ jiyoung pun senyum-senyum.
 “hey!” Chanyeol melambaikan tangannya didepan muka jiyoung, “kau kenal sama ahjussi itu?”
“ah—iya, emang kenapa oppa?” kata jiyoung kaget.
“kau harus hati-hati sama orang itu. Baekhyun kemaren bilang, orang itu otaknya kurang waras” kata Chanyeol
‘a—apa? Ah, pantes saja dia tanya itu ke  aku. Aku emang udah ngerasa ada yang salah sama orang itu’ kata Jiyoung “Pantas saja  kemaren dia tanya aku sudah punya pacar apa gak...”
“Terus kau jawab apa? Kata Chanyeol
“aku jawab sudah” Kata Jiyoung.
“bagus, pokoknya kau harus hati-hati sama orang itu ya” kata Chanyeol
“oke oppa! makasih udah kasi tau” Kata Jiyoung senyum.
Jaebum yang dari jauh melihatnya senyum-senyum, lalu kembali ke sini. “siapa dia?”
“oh dia Park Chanyeol. Senior disini. Cuma beda fakultas. Dia seapartemen denganku”
“seapartemen?”
“iya Cuma beda lantai doang”
“oke..”
“ayo beli eskrim!” kata Jiyoung menggandeng tangan Jaebum
“kau sudah tidak sabar lagi ya?” kata Jaebum. Jiyoung hanya mengangguk.  Lalu mereka membeli eskrim didepan kampus mereka lalu Jaebum mengantar Jiyoung pulang. “sampai sini aja gak apa-apa?” kata Jaebum
“gak apa-apa. Gak mungkin kau mengantarku sampai kelantai empat.” Kata Jiyoung.
“ya sudah aku pulang ya, bye!” kata Jaebum
“byeee!” kata Jiyoung melambaikan tangannya.
Dari kejauhan, ada seseorang yang melihat mereka berdua. Orang itu menggerutu sambil menghisap rokoknya. “apa itu pacarnya Jiyoung?” kata orang itu lalu dia mengikuti Jaebum.  Jaebum yang merasa dia diikuti langsung melihat kebelakang. Orang yang tampak umurnya dua kali lipat darinya itu langsung berpura-pura mengalihkan perhatiannya ke yang lain. Tiga kali dia melihat kebelakang, Jaebum langsung bilang. “apa anda mengikuti saya?”
“kau pacarnya jiyoung?”
‘jiyoung? Dia kenal Jiyoung?’ kata Jaebum dalam hati, “iya...” dan BRUK! Sebuah kayu mengarah ke kepala Jaebum. Jaebum langsung pingsan dan kepalanya berdarah.
“Heeei!!” Teriak seseorang dari belakang yang melihat kejadian itu, “kau selamatkan orang itu biar aku tangkap dia” kata temannya langsung mengejar orang itu. Orang satunya lagi pun menghampiri Jaebum. “Jaebum!?” Kata orang itu.
Jiyoung baru saja selesai mandi tiba-tiba mendapat telepon. “ya? Chanyeol oppa? ada apa?”

“APAAA?! DIMANA!?” Jiyoung langsung menjatuhkan dirinya dilantai dan air matanya tumpah, “jaebum...” 
-----------
TBC XD
apakah yang terjadi dengan jaebum? apa dia gak apa apa atau malah kenapa-napa? tunggu kelanjutannya :D
komen saran kritik sangat dibutuhkan demi kelangsungan ff ini ;_;
makasihh :)))

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts