[FF] Marshmallow. Part 7: Story
11:59 PM
Kang Jiyoung
Kim Jongin
Bae Suzy
Im Jaebum
Jung Krystal
Choi Sulli
Son Naeun
Oh Sehun
Kwon Sohyun
Park Jinyoung
Others:
Kang Minhyuk
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Others:
Kang Minhyuk
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Genre: genre? gak tau :p
Maaf. baru lanjutin sekarang. maaf banget!
==================
Jiyoung melihat Jaebum memberikan bunga itu kepada cewek
lain. Setelah Jaebum selesai performnya, dia kembali mendatangi Jiyoung, “baguskan
penampilan aku tadi?” Kata Jaebum. Jiyoung hanya mengangguk tanpa melihat
Jaebum, dia tidak mau merusak pesta ulang tahunnya, dia tidak mau marah di hari
ulang tahunnya, di hari spesialnya.
Keesokan harinya, Jiyoung terbangun karena handphone Jiyoung
berbunyi, dia mengangkatnya, “halo?”.
“Halo, Jiyoung? Kau sudah bangun?” Kata suara dari telepon
itu, suara yang berat tapi santai, Jongin.
“Oh, iya. Baru saja. Ada apa?” Kata Jiyoung membalasnya
sambil mengucek matanya karena baru bangun.
“Kelas kita dimajuin jam 10. Cepat siap-siap, aku jemput kau
sekarang!” Kata Jongin. Jiyoung melihat jam disebelahnya, 9.38. Dia langsung
membulatkan matanya. Dia tau ini kelas apa, ini kelas Mr.Shin. Dia tidak suka
ada mahasiswa yang terlambat. “Oke, kau cepat kesini! Aku siap-siap sekarang!”
Kata Jiyoung langsung menutup teleponnya setelah itu.
Jiyoung lalu bersiap-siap. Setelah siap, Jongin sudah
menunggu didepan apartemennya. “Sudah berapa lama kau disini?” Kata Jiyoung.
“10 menit setelah kau bangun.” Balas Jongin.
“Dan kau tidak mengetuk? Untuk masuk?” Balas Jiyoung.
“Kalau aku masuk, terus aku duduk, susah buat berdiri lagi.
Sofa di apartemen kau itu ada magnetnya.” Jawab Jongin, “tapi sekarang kita
sudah terlambat. Ayo.”
“Baik..” Jiyoung mengangguk. Lalu mereka berdua pergi.
Setelah mereka sampai, mereka langsung memasuki pintu kelas.
Dibelakang mereka, langsung di ikutin oleh Mr.Shin. “Hampir saja kau terlambat.”
Kata Suzy. Jiyoung tidak membalas Suzy, dia terlalu capek untuk menjawab karena
dari parkiran, mereka langsung lari kekelas. Setelah tenang, Jiyoung melihat
sekeliling. ‘Ada yang kurang rasanya...’ Kata Jiyoung dalam hati, ‘Jaebum.. dia
kenapa telat?’.
Setelah kelas Mr.Shin selesai, mereka langsung merenggangkan
badan mereka yang pegal dan juga mengantuk karena pelajaran dari Mr.Shin yang
membosankan itu.
“Jaebum kemana? Dia tidak masuk?” Kata Sulli bertanya kepada
Jiyoung. Jiyoung hanya mengangkat bahu, “gak
tau.” Lalu dia mengambil handphonenya, dan menelpon Jaebum. Tapi Jaebum tidak
mengangkatnya. Lima menit kemudian, Jiyoung menelpon lagi, nomor Jaebum berada
diluar jaringan. ‘Apa maksudnya? Apa dia mematikan handphonenya? Apa dia tidak
mau aku menelponnya?’ Tanya Jiyoung dalam hati, dia heran kenapa Jaebum aneh
begitu.
“hey Jiyoung!” Kata Jinyoung mendatangi kursi Jiyoung.
“Apa?” Kata Jiyoung.
“Jangan galak gitu. Tenang aku tidak minta apa-apa kok.”Kata
Jinyoung.
“Jadi ngapain kau kesini?” Kata Jiyoung.
“Temenin ke toko kaset. Aku mau beli kaset dvd.” Kata
Jinyoung sambil mengedipkan matanya.
“tadi katanya gak minta apa-apa...” jawab Jiyoung sambil
memasukkan bukunya ke dalam tas.
Jinyoung hanya tertawa, lalu kembali membujuk Jiyoung, “mau
ya?”. Jiyoung mengangguk.
Ketika mereka sudah sampai di toko kaset, mereka memasuki
toko kaset itu dan mencari film, “Bantu aku nyari film bagus, aku butuh
referensi film baru buat suasana baru.” Kata Jinyoung. “Kau ngomong apa sih?”
Jawab Jiyoung, lalu dia mengambil sebuah kaset film berjudul ‘Divergent’. “Kau
butuh film baru? Yang keren? Ini, keren.” Kata Jiyoung sambil menyerahkan kaset
itu kepada Jinyoung. Jinyoung melihat covernya, “aku pernah melihat trailer
film ini. Katanya keren. Dan....lihat ini Jiyoung! Orang ini mirip sama aku!”
Kata Jinyoung sambil menunjuk-nunjuk Theo James yang memerankan Tobias
Eaton/Four di film itu, sambil membandingkan dengan wajahnya. Jiyoung menampar
pelan wajah Jinyoung, “Jangan kau berani bilang begitu. Theo James ini
satu-satunya didunia! NGERTI?!” Kata Jiyoung sambil menusuk dada Jinyoung
dengan jari telunjuknya. “Fangirl.... menyeramkan. Baik.” Kata Jinyoung sambil
mundur kebelakang. Lalu mereka ke kasir dan membeli kaset itu.
Ketika mereka keluar dari toko kaset ini, mereka bertemu
dengan Jongin. “Kau sedang apa disini?” Kata Jiyoung. “Aku sms dia, kalau kita
ada disini. Dan aku menyuruhnya mengantar kau pulang. Aku tidak berani pulang
dengan kau, setelah kejadian tadi. Aku bisa-bisa dibunuh.” Kata Jinyoung. “Makanya
jangan macam-macam sama fangirl!” Kata Jiyoung. “Sudah.. sudah..” Kata Jongin sambil memisahkan mereka
berdua. “Pulang sekarang?” Kata Jongin kepada Jiyoung. Jiyoung mengangguk. Lalu
dia mengikuti Jongin. “Jongin, hati-hati! Dia berbahaya!” Teriak Jinyoung dari
jauh. Jiyoung hanya meledek dari jauh.
“Jadi kenapa dia takut sama kau?” Tanya Jongin dijalan.
“Dia bilang dia mirip sama Theo James. Aku gak setuju.” Kata
Jiyoung.
Jongin mengangguk, “Theo James? Jinyoung? Iya aku juga gak setuju.”
“Nah! Bener!” Kata Jiyoung membenarkan Jongin.
“Soalnya yang mirip sama Theo James itu aku.” Kata Jongin.
Jiyoung langsung meninju lengan Jongin. “Maaf maaf. Hahahaha. Emang benar, fangirl itu
menyeramkan.” Kata Jongin. Jiyoung diam saja.
Setelah diam beberapa saat, Jiyoung baru menyadari dia belum
menemui Jaebum ini. Dia harus menemui Jaebum, dia harus menjelaskan kenapa dia
tidak menjawab telepon dari Jiyoung. “Jongin, bisa kau antar aku kerumah
Jaebum?” Kata Jiyoung.
Jongin diam saja. “Bisa?” tanya Jiyoung lagi. Setelah
beberapa saat dia diam, akhirnya Jongin mengangguk, “bisa.” Lalu dia membawa
Jiyoung kerumah Jaebum.
Setelah sampai dirumah Jaebum, Jiyoung langsung mengetuk
pintunya. Ketika pintunya dibuka, “Jae...” Jiyoung langsung diem karena dia
mengira Jaebum yang membuka pintunya. “Nyari siapa?” Kata ibu itu. “Saya Kang Jiyoung,
saya mau nyari Jaebum” Jawab Jiyoung.
Ibu itu mengangguk. “Oh nyari Jaebum, saya penjaga rumah
disini.” Kata ibu itu. Jiyoung bingung, “Penjaga rumah? Emang pemiliknya
kemana?” Jawab Jiyoung. Jongin ada dibelakang Jiyoung. “Jaebum ke Inggris” Kata
Jongin. Jiyoung menghadap kebelakang, “apa!?”
Beberapa hari sebelum
ulang tahun Jiyoung.
“Dok, aku ini kenapa?”
Tanya Jaebum ke dokternya, “aku ini tadi mau mengambil gelas, tapi kenapa aku
malah menyenggolnya dan menjatuhkannya?”
“Saya sudah memeriksa
keadaanmu, ada yang salah dengan otakmu, terutama sarafnya.” Jawab dokter itu.
“Jadi gimana caranya
supaya anak saya bisa sembuh dok?” Tanya Ayah Jaebum.
“Kalian bisa berobat
dan terapi di Inggris. Disana ada tempat khusus.” Kata Dokter.
Jaebum diam, lalu
bertanya “Berapa lama kira-kira dok penyembuhannya?”
“Minimal dua bulan.”
Jawab dokter itu.
“apapun demi anak
saya, dok. Urus itu sekarang.” Kata ayahnya. Jaebum melihat ayahnya, lalu
melihat dokter itu. Dia diam, memikirkan Jiyoung. Lalu mengangguk kepada dokter
itu.
Dihari ulang tahun Jiyoung, Jaebum memberikan
bunga kepada cewek lain. Lalu kembali ke Jiyoung dan menanyakan penampilannya.
Jiyoung hanya mengangguk. ‘kira-kira dia cemburu gak ya? semoga dia marah.’ Katanya
dalam hati.
Ketika dia pulang dari
ulang tahunnya Jiyoung, Mr.Shin menghubungi Jaebum lewat sms.
From: Mr.Shin yang
membosankan.
Besok kelas dimajukan,
jam 10. Beri tahu yang lain.
‘apa-apaan ini? Mendadak
banget’ Gerutu Jaebum. Lalu dia menghubungi Jongin.
“Hey Jongin.” Sapa
Jaebum.
“Ada apa?” Balas
Jongin.
“Besok Mr.Shin majuin
kelasnya jadi jam 10. Kasi tau yang lain, oke?” Kata Jaebum
“Kenapa gak kau aja
yang kasi tau ke yang lain?”
“aku malas. Lagipula aku
ada mau ngomong sesuatu sama kau.”
“apa itu?”
“jangan kasi tau
siapa-siapa sampai besok, tapi besok siang aku mau ke Inggris. Mau berobat.
Minimal dua bulan kata dokter. Tergantung gimana aku cepet diobatinya atau
gimana. Aku harus berobat. Kau ingat kejadian tadi? Itu karena ada masalah sama
otak aku.” Jelas Jaebum dengan santainya.
Jongin hanya diam, “terus?
Jiyoung gimana? Dia tau?”
“Nah makanya itu, dia
tidak tau. Kemungkinan dia akan tau besok. Tapi aku sudah pergi. Temani dia ya
selama aku pergi ke Inggris.”
“Kau ini kenapa!?”
“Tolong, Jongin.”
“baiklah, tapi kau
cepet sembuh oke? Cepet balik” Jawab
Jongin.
“Iya. Oke, bye!” Kata
Jaebum , lalu menutup teleponnya. Dan menyiapkan bajunya untuk besok.
Jiyoung menampar
Jongin, “Kau tau!?”
“Maaf...”
“Dan kau tidak memberitahu aku!?” Kata Jiyoung memukul
Jongin sambil menangis.
“Jinyoung juga tau.” Kata Jongin.
Jinyoung diseberang sana, sedang makan roti. Lalu dia
mengigit lidahnya, dan berhenti memakan rotinya, “ada yang ngomongin aku...”
lalu dia berpikir, “paling fans.” Lalu melanjutkan makannya.
Malam setelah Jaebum
menelepon Jongin, Jongin menelepon Jinyoung. Jam 2 malam. Hp Jinyoung berbunyi,
lalu dia mengangkatnya dengan setengah bangun, lalu teriak “INI JAM 2 MALAM!
KAU MAU APA?”
“Besok Mr.Shin majuin
kelasnya jam 10.” Kata Jongin.
“TERUS KENAPA HARUS
TELEPON JAM SEGINI!?” teriak Jinyoung. Jongin hanya ketawa. “kau menghancurkan mimpi indahku.” Kata
Jinyoung dengan juteknya.
“Jaebum ke Inggris
besok.” Kata Jongin.
Mata Jinyoung langsung
terbuka, “apa!?”. Lalu Jongin menceritakan tentang percakapan ditelepon tadi
antara dia dan Jaebum. “terus kau mau apa?” Kata Jinyoung.
“Aku mau minta bantuan
kau. Besok setelah kelas kemungkinan itu jam keberangkatan Jaebum. Aku mau kau
menahan Jiyoung supaya tidak tau kalau Jaebum pergi ke Inggris. Sementara itu,
aku ke bandara menemui Jaebum.” Kata Jongin.
“hm. Baiklah” Kata
Jinyoung lalu menutup teleponnya dan tertidur.
“Dia pergi tadi siang!?” Kata Jiyoung. Apa mungkin...
Dibandara, Jaebum
sedang ingin checkin. Lalu dia melihat Jongin diluar, lalu menghampirinya. “Kau
ngapain disini?” Kata Jaebum.
“Aku Cuma mau
mengantar kau dan mau bilang, aku pasti akan menjaga Jiyoung” Kata Jongin.
Jaebum menepuk pundak Jongin dan tersenyum, “makasih.”
Lalu dia pergi
checkin. Ketika dia sudah mau masuk pesawat, handphonenya berbunyi. Dari
Jiyoung. Dia tidak mau mengangkatnya, ‘apa dia sudah tau?’ Kata Jaebum dalam
hati. Setelah panggilan itu mati, dia mematikan handphonenya agar Jiyoung tidak
menelponnya lagi.
“Kang Jiyoung-ssi, Jaebum menitipkan ini untukmu.” Kata Ibu
itu memberikan surat kepada Jiyoung. Lalu dia membukanya dan membacanya.
‘Jiyoung, aku pergi ke Inggris dulu ya buat berobat. Untuk
insiden mobil kemaren, minta maaf. Aku juga sengaja memberikan bunga itu kepada cewek
lain. Maaf ya. Tunggu aku. Take care. Kalau ada apa-apa, minta Jongin. Dia
sudah aku pekerjakan buat menjagamu.’
“Jadi... Ini kata perpisahannya? Cuma ini? Kepada aku?
Pacarnya?” Kata Jiyoung sambil tertawa, tapi tertawa ini sangat menyedihkan.
“Ini bukan perpisahan Jiyoung” Kata Jongin memegang pundak
Jiyoung.
“Diam kau!” Kata Jiyoung sambil melepaskan tangan Jongin
dari pundaknya, lalu pergi keluar. Jongin mengikutinya, “kau mau kemana?” Kata
Jongin.
“bukan urusanmu!” Kata Jiyoung
“Ini urusan aku dong, Jaebum nitipin kau ke aku”
“Dia kira aku barang? Main nitipin gitu aja?” Kata Jiyoung.
Lalu menyetop taxi, masuk dan menutup
pintunya.
“Jiyoung!” Kata Jongin sambil memukul-mukul kaca pintunya.
Tapi taxinya sudah jalan duluan.
-----
TBC!
AHAHHAA Aku menyelipkan sedikit tentang Theo James dan Divergent karena aku suka! <4.
.png)
0 komentar